Lompat ke isi utama

Pers Release

Bawaslu Sukoharjo Gelar Seminar Nasional Bersama Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta

Bawaslu Sukoharjo Gelar Seminar Nasional Bersama Fakultas Syariah Uin Raden Mas Said Surakarta

SUKOHARJO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo bekerja sama dengan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menggelar Seminar Nasional dengan tema “Penguatan Pengawasan Partisipatif, Menuju Demokrasi Bermartabat”. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 15 September 2025, pukul 13.00 WIB hingga selesai, di Aula Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Totok Hariyono, S.H., anggota Bawaslu Republik Indonesia, dan Dr. Bakhrul Amal, S.H., M.Kn., pakar hukum tata negara dan akademisi senior. Sementara itu, jalannya acara dipandu oleh moderator Andhika Shohibul Khoiri, mahasiswa kelas Penyelesaian Sengketa Pemilu di Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 148 peserta, yang terdiri atas mahasiswa UIN Raden Mas Said, akademisi, dan pemantau pemilu di wilayah Solo Raya.

Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan I Fakultas Syariah, Dr. Sidiq, S.Ag., M.Ag., yang menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan bersama ini. Dalam pidatonya, ia menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam membangun demokrasi di Indonesia.

“Mahasiswa jangan apatis terhadap demokrasi. Justru harus aktif berpartisipasi dalam pengawasan pemilu agar demokrasi di negeri ini semakin berkualitas. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan kita dapat terlibat dalam berbagai kegiatan lainnya, termasuk lomba debat mendatang,” ujar Dr. Sidiq dengan penuh semangat.

Seminar Nasional UIN RMA

Senada dengan itu, anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Wahyudi Sutrisno, dalam sambutannya mengajak mahasiswa untuk mengambil peran sebagai pengawas partisipatif. Ia menekankan bahwa keterlibatan generasi muda akan menjadi penguat demokrasi yang sehat.

“Di Bawaslu Provinsi, kami sudah menginisiasi program Relawan Siber untuk mendukung pengawasan pemilu. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini menjadi langkah penting bagi kita semua dalam memperkuat pengawasan partisipatif,” ungkap Wahyudi.

Dalam penyampaian materi utama, Totok Hariyono menyoroti aspek regulasi yang harus dipahami secara bijak dalam proses demokrasi. Ia menekankan bahwa setiap peraturan perundang-undangan bersifat dinamis dan harus dikaji dengan akal sehat dan hati nurani.

“Undang-undang atau peraturan mana pun tidak ada yang sempurna. Untuk menyempurnakannya, kita membutuhkan akal sehat, integritas, dan nurani bersama,” tegas Totok Hariyono.

Sementara itu, Dr. Bakhrul Amal memberikan pandangan akademis tentang pentingnya kolaborasi masyarakat dalam menyukseskan pemilu. Menurutnya, keberhasilan pemilu tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara, tetapi juga partisipasi aktif seluruh elemen bangsa.

“Pemilu akan berjalan baik dengan peran aktif masyarakat. Setiap individu memiliki kontribusi dalam menjaga demokrasi, mulai dari lingkungan sekitar hingga lingkup nasional,” tutur Dr. Bakhrul.

Seminar ini menjadi ajang berbagi ilmu dan pengalaman, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan demokrasi yang bermartabat dan inklusif. Kehadiran ratusan peserta menunjukkan antusiasme tinggi kalangan akademisi terhadap isu pengawasan pemilu.

Kegiatan ini juga menandai langkah sinergis antara Bawaslu dan perguruan tinggi dalam melahirkan kader-kader pengawas partisipatif. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada seminar, melainkan berlanjut dalam bentuk kegiatan edukasi, pelatihan, serta aksi nyata dalam pengawasan pemilu di masa mendatang.

Pers Release