Lompat ke isi utama

Berita

Terima Kunjungan HMI Cabang Sukoharjo, Bawaslu Sukoharjo Dorong Keterlibatan Mahasiswa dalam Pengawasan Partisipatif

Terima Kunjungan HMI Cabang Sukoharjo, Bawaslu Sukoharjo Dorong Keterlibatan Mahasiswa dalam Pengawasan Partisipatif

SUKOHARJO – Upaya memperkuat konsolidasi demokrasi di tingkat lokal kembali ditunjukkan melalui sinergi antara organisasi kepemudaan dan lembaga pengawas pemilu. Pada hari Kamis (23/4), Ketua definitif HMI Cabang Sukoharjo, Panji Alfian Syahendra, melaksanakan kunjungan ke kantor Bawaslu Kabupaten Sukoharjo. Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan kepemimpinan baru, tetapi juga langkah awal dalam membangun kerja sama strategis di bidang pengawasan partisipatif.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan menjadi momentum penting bagi HMI Cabang Sukoharjo untuk memperkenalkan kepemimpinan baru sekaligus menyampaikan komitmen organisasi untuk turut serta menjaga kualitas demokrasi di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Kehadiran Ketua definitif HMI Cabang Sukoharjo disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, Rochmad Basuki, beserta jajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua HMI Cabang Sukoharjo menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal untuk menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan Bawaslu sebagai lembaga yang memiliki peran strategis dalam menjaga integritas pemilu. Ia menegaskan bahwa mahasiswa, khususnya yang tergabung dalam HMI, memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari pengawas partisipatif yang kritis, independen, dan berintegritas.

“Sebagai organisasi mahasiswa, kami ingin berkontribusi dalam menjaga demokrasi yang sehat. Kami berharap dapat bersinergi dengan Bawaslu dalam berbagai program, khususnya dalam pengawasan partisipatif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses demokrasi, tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pengawal jalannya pemilu yang jujur dan adil. Menurutnya, penguatan literasi politik dan kepemiluan menjadi kebutuhan penting di tengah dinamika demokrasi yang semakin kompleks.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, Rochmad Basuki, menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh HMI Cabang Sukoharjo. Ia menilai bahwa kolaborasi dengan organisasi kepemudaan merupakan salah satu kunci dalam memperkuat pengawasan partisipatif serta membangun kesadaran kolektif dalam menjaga demokrasi.

“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi mahasiswa seperti HMI. Kehadiran adik-adik HMI ini menjadi energi baru dalam memperkuat demokrasi di Sukoharjo,” ujarnya.

Terima Kunjungan HMI Cabang Sukoharjo, Bawaslu Sukoharjo Dorong Keterlibatan Mahasiswa dalam Pengawasan Partisipatif 2

Dalam kesempatan tersebut, Rochmad Basuki juga mengajak HMI Cabang Sukoharjo untuk berpartisipasi aktif dalam program Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang diselenggarakan oleh Bawaslu. Program ini bertujuan untuk mencetak kader pengawas partisipatif yang memiliki pemahaman mendalam tentang kepemiluan serta mampu berkontribusi secara nyata dalam mengawasi jalannya pemilu.

Menurutnya, SKPP merupakan wadah yang tepat bagi mahasiswa untuk memperdalam pengetahuan sekaligus mengasah kemampuan dalam bidang pengawasan pemilu. Melalui program ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi teoritis, tetapi juga pengalaman praktis.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa, khususnya yang berdomisili di Kabupaten Sukoharjo, untuk mengikuti program SKPP. Ini adalah kesempatan yang baik untuk belajar sekaligus berkontribusi,” tambahnya.

Kunjungan ini juga diisi dengan diskusi ringan mengenai berbagai isu kepemiluan dan tantangan demokrasi di tingkat lokal. Kedua belah pihak saling bertukar pandangan terkait pentingnya edukasi politik bagi masyarakat, peran generasi muda dalam mencegah pelanggaran pemilu, serta upaya membangun budaya demokrasi yang sehat dan berintegritas.

Diskusi tersebut menegaskan bahwa penguatan demokrasi tidak hanya bergantung pada lembaga formal, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya kalangan muda yang memiliki energi dan idealisme tinggi. Dalam konteks ini, HMI sebagai organisasi mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menjembatani edukasi politik kepada masyarakat luas.

Selain itu, sinergi antara Bawaslu dan HMI juga diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara lembaga negara dan organisasi masyarakat dalam memperkuat demokrasi di daerah. Dengan kerja sama yang baik, berbagai program edukasi dan pengawasan dapat dijalankan secara lebih efektif dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Ke depan, kedua pihak berkomitmen untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan berbagai program kerja sama yang konkret, baik dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, maupun kegiatan edukatif lainnya. Hal ini sejalan dengan tujuan bersama untuk menciptakan ekosistem demokrasi yang partisipatif, transparan, dan berintegritas.

Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara HMI Cabang Sukoharjo dan Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, diharapkan kualitas penyelenggaraan demokrasi di Kabupaten Sukoharjo dapat terus meningkat. Partisipasi aktif mahasiswa dalam pengawasan pemilu menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa demokrasi yang kuat tidak hanya dibangun melalui sistem dan regulasi, tetapi juga melalui kesadaran dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi seperti ini perlu terus didorong dan dikembangkan di masa mendatang.

Penulis dan Foto: Yudhi Atmaja

Editor: Ramdhan Hardiyanto