Lompat ke isi utama

Berita

Strategi Mediasi dalam Pemilu, Bawaslu Sukoharjo Hadirkan Pembelajaran Interaktif di Kampus

Strategi Mediasi dalam Pemilu, Bawaslu Sukoharjo Hadirkan Pembelajaran Interaktif di Kampus

SUKOHARJO — Suasana belajar di Gedung SBSN Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta pada Senin, 27 Oktober 2025, terasa berbeda dari biasanya. para mahasiswa Kelas Penyelesaian Sengketa tampak antusias mengikuti kegiatan Bawaslu Mengajar. Pertemuan kali ini menghadirkan, Eko Budiyanto, selaku Anggota Bawaslu Kabupaten Sukoharjo sekaligus Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa.

Dalam kesempatan tersebut, Eko Budiyanto membawakan materi bertema “Strategi Mediator dalam Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu dan Pemilihan.” Materi ini menjadi salah satu topik penting yang mengupas bagaimana seorang mediator harus berperan aktif dalam meredam konflik dalam proses pemilihan umum, menjaga netralitas, serta membangun komunikasi yang efektif antara pihak-pihak yang bersengketa. Dengan gaya penyampaian yang lugas dan interaktif, suasana perkuliahan pun terasa hidup dan inspiratif.

Tak hanya memberikan teori, Eko juga mengajak mahasiswa untuk berlatih langsung menjadi mediator melalui simulasi mediasi sederhana. Dalam praktik tersebut, para mahasiswa mendapat kesempatan memerankan pihak yang bersengketa dan mediator, sehingga dapat merasakan bagaimana proses negosiasi dan penyelesaian konflik berlangsung secara nyata. Cara pembelajaran ini mendapat apresiasi tinggi karena menghadirkan pengalaman belajar yang tidak monoton dan sangat aplikatif.

Lebih lanjut, Eko menegaskan bahwa kemampuan mediasi bukan hanya penting bagi penyelenggara pemilu, tetapi juga menjadi bekal berharga bagi siapa pun yang kelak terlibat dalam dunia hukum, politik, maupun sosial. “Mediator itu bukan hanya penengah, tapi juga penjaga keadilan dan keharmonisan dalam proses demokrasi,” ujarnya di hadapan peserta dengan semangat.

Strategi Mediasi dalam Pemilu, Bawaslu Sukoharjo Hadirkan Pembelajaran Interaktif di Kampus 2

Mahasiswa tampak antusias dan aktif bertanya selama sesi berlangsung. Banyak di antara mereka mengaku baru kali ini mendapat pengalaman langsung mengenai proses mediasi dalam konteks penyelesaian sengketa pemilu. “Pak Eko mengajar dengan cara yang seru dan mudah dimengerti. Kami jadi tahu bagaimana menjadi mediator yang baik dan profesional,” ungkap salah satu mahasiswa usai kegiatan.

Program Bawaslu Mengajar sendiri merupakan inisiatif edukatif yang bertujuan memperkenalkan nilai-nilai pengawasan pemilu dan demokrasi kepada kalangan akademisi. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Sukoharjo berharap muncul generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap integritas pemilu dan memahami pentingnya penyelesaian sengketa yang adil serta transparan.

Dengan semangat edukasi dan pembelajaran yang menyenangkan, kegiatan Bawaslu Mengajar di UIN Raden Mas Said Surakarta kali ini semakin memperkuat kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dan dunia akademik. Dengan metode mengajar seperti yang Eko Budiyanto lakukan, diharapkan bisa mendongkrak semangat menjaga demokrasi yang berintegritas agar terus tertanam di kalangan mahasiswa, sebagai generasi penerus bangsa yang kelak turut menentukan arah demokrasi Indonesia di masa depan.

Editor: Ramdhan H.