Lompat ke isi utama

Berita

Sarasehan Kebangsaan: Perkokoh Ideologi Pancasila Dalam Demokrasi Menuju Indonesia Raya

Sarasehan Kebangsaan: Perkokoh Ideologi Pancasila Dalam Demokrasi Menuju Indonesia Raya

Sukoharjo, 13 Juni 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo bersama Perkumpulan Pegiat Demokrasi Kecamatan Grogol, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, serta unsur budayawan menyelenggarakan Sarasehan Kebangsaan bertema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Juni 2025 pukul 16.00 WIB di Pendopo Keteguhan Romo Hartono, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Acara ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube Bawaslu Kabupaten Sukoharjo dan SiMakMur TV, dan dipandu oleh Deana Sari, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Sarasehan menghadirkan tiga narasumber utama: Rochmad Basuki, Ketua Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, Budi Santoso, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sukoharjo, dan Romo Hartono, Budayawan Sukoharjo.

Dalam pemaparan yang disampaikan, Ketua Bawaslu Sukoharjo, Rochmad Basuki, menekankan bahwa Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman dalam berdemokrasi.

“Pancasila adalah nilai-nilai luhur yang tercermin dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Di dalamnya terkandung nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Inti sederhana dari Pancasila adalah gotong royong dan musyawarah mufakat,” ujarnya.

Sarasehan Kebangsaan: Perkokoh Ideologi Pancasila Dalam Demokrasi Menuju Indonesia Raya


Ia juga menegaskan bahwa demokrasi Pancasila adalah jalan tengah khas Indonesia yang mampu mempercepat kesejahteraan rakyat. “Demokrasi Pancasila bisa menjadi bentuk tujuan dari sistem pemerintahan Indonesia yang mempercepat proses kesejahteraan nasional. Sistem gotong royong menjadi intisari dari demokrasi yang hidup dalam praktik sosial masyarakat kita,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sukoharjo, Budi Santoso, menyatakan bahwa Pemerintah terus berupaya agar nilai-nilai Pancasila lebih dipahami oleh masyarakat, terutama dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. “Pancasila adalah lima prinsip dasar yang menjadi pilar kehidupan berbangsa. Pemahaman terhadap nilai-nilai ini harus terus ditanamkan agar menjadi karakter bangsa yang kokoh,” ungkapnya.

Romo Hartono, Budayawan dan tuan rumah sarasehan, memberikan perspektif budaya dan historis mengenai Pancasila. “Pancasila itu sakral karena lahir dari proses panjang sejarah dan perjuangan tokoh-tokoh besar bangsa. Garuda Pancasila sebagai lambang negara bukan sekadar simbol, tetapi gambaran dari nilai-nilai luhur yang harus kita hormati, kita hargai, dan kita wariskan. Nilai-nilai Pancasila harus kita goreskan sebagai fondasi kuat yang tertanam dalam diri anak-cucu kita.” ucapnya.

Sarasehan ini merupakan bagian dari komitmen Bawaslu Kabupaten Sukoharjo untuk terus mengedukasi masyarakat dalam membangun demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya musyawarah, keadilan sosial, serta gotong royong sebagai ciri khas demokrasi Indonesia.