Lompat ke isi utama

Berita

Ruang Politik untuk Semua: Ketua Bawaslu Sukoharjo Tegaskan Peran Strategis Perempuan

Ruang Politik untuk Semua Ketua Bawaslu Sukoharjo Tegaskan Peran Strategis Perempuan

SUKOHARJO — Ketua Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, Rochmad Basuki, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan “Sosialisasi Peran Perempuan dalam Membangun Budaya Politik” yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sukoharjo, pada Kamis, 23 Oktober 2025, bertempat di Lantai 10 Auditorium Menara Wijaya, Sukoharjo. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan organisasi perempuan hingga perwakilan partai politik di Kabupaten Sukoharjo, dengan semangat mendorong keterlibatan perempuan dalam demokrasi lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Rochmad menyampaikan materi berjudul “Partisipasi Perempuan dalam Politik”. Ia menjelaskan bahwa perempuan memiliki potensi besar dalam memperkuat demokrasi dan mendorong lahirnya kebijakan publik yang lebih inklusif dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Kemudian disampaikan juga data mengenai keterlibatan perempuan dalam Pemilu dan Pilkada di Kabupaten Sukoharjo. 

“Perempuan perlu hadir dalam ruang-ruang pengambilan keputusan agar kepentingan mereka dapat terwakili. Politik bukan hanya milik laki-laki, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan,” ujar Rochmad dalam paparannya.

Ia menekankan bahwa perempuan tidak hanya dapat berperan sebagai pemilih, tetapi juga sebagai peserta dan penyelenggara yang berkontribusi langsung terhadap kualitas demokrasi.

Ruang Politik untuk Semua Ketua Bawaslu Sukoharjo Tegaskan Peran Strategis Perempuan 2

Lebih lanjut, Rochmad juga mengaitkan data tersebut dengan pentingnya pengawasan partisipatif sebagai salah satu bentuk kontribusi masyarakat. termasuk perempuan, dalam menjaga kualitas dan integritas Pemilu. Menurutnya, pengawasan bukan hanya tugas kelembagaan, tetapi juga ruang partisipasi publik yang terbuka bagi semua warga. Ia menyampaikan bahwa perempuan memiliki modal sosial yang kuat berupa kepekaan terhadap isu-isu sosial.

“Perempuan memiliki kepekaan terhadap dinamika sosial dan ini adalah kekuatan yang harus dioptimalkan dalam pengawasan partisipatif. Ketika perempuan terlibat aktif, maka kualitas demokrasi kita akan semakin substantif,” tegasnya.

Dengan meningkatnya kesadaran politik dan partisipasi perempuan, diharapkan pelaksanaan Pemilu di masa mendatang semakin bermartabat dan berintegritas. Rochmad kemudian menutup sesi dengan ajakan reflektif, bahwa budaya politik yang sehat tidak lahir dari dominasi, tetapi dari partisipasi, dan perempuan adalah penjaga nilai-nilai itu.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa perempuan bukan hanya pelengkap dalam demokrasi, tetapi aktor utama dalam membangun budaya politik yang inklusif, berintegritas, dan berkeadilan. Sehingga, diharapkan peran perempuan dalam politik semakin kuat dan menjadi motor penggerak bagi kemajuan demokrasi di Kabupaten Sukoharjo.

Penulis dan Foto: Zulkifly Setyo N.

Editor: Ramdhan H.