Rampungkan Magang di Bawaslu Sukoharjo, Univet Bantara Lakukan Penarikan Mahasiswi Magang
|
SUKOHARJO – Dua mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo resmi ditarik dari program magang di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo pada Selasa, 30 Desember 2025. Penarikan ini menandai berakhirnya masa magang selama tiga bulan yang telah dijalani oleh kedua mahasiswi tersebut.
Dalam kesempatan ini, Dosen pembimbing magang, Yoto Widodo, hadir secara langsung untuk melakukan prosesi penarikan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Sukoharjo atas kesempatan dan bimbingan yang telah diberikan kepada para mahasiswinya.
Yoto Widodo menyampaikan harapannya agar pengalaman magang ini menjadi bekal berharga bagi para mahasiswi dalam memperdalam pemahaman terkait peran penting komunikasi publik. “Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat timbal balik, baik bagi mahasiswi maupun Bawaslu Sukoharjo,” ungkapnya.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, yakni Eko Budiyanto, Asis Sulistyanto, Dwi Setyono, dan Supriyanto, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, Ali Mursidi.
Salah satu perwakilan mahasiswi magang mengungkapkan bahwa pengalaman paling berharga yang didapatkan adalah memahami tantangan sosialisasi di masa nontahapan.
“Awalnya kami mengira Bawaslu akan sepi kegiatan saat tidak ada Pemilu atau Pilkada. Ternyata justru di masa nontahapan ini tantangannya besar. Kami belajar bagaimana merancang strategi sosialisasi pendidikan pemilih agar masyarakat tetap sadar politik,” ujar Cecilia, salah satu mahasiswi magang.
Selain strategi kehumasan dan sosialisasi, materi teknis yang menjadi sorotan utama selama magang adalah mengenai Pengawasan Pemeliharaan Data Berkelanjutan Partai Politik. Para mahasiswa diberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana Bawaslu melakukan pencermatan terhadap data keanggotaan partai politik. Hal ini krusial untuk memastikan data parpol tetap valid, mutakhir, dan tidak ada pencatutan nama masyarakat.
Dalam sambutannya, Eko Budiyanto, mengapresiasi kontribusi mahasiswa Univet Bantara selama tiga bulan terakhir. Menurutnya, kehadiran mahasiswa membawa energi positif bagi lembaga.
“Kami sangat terbantu. Teman-teman mahasiswa Univet Bantara sangat antusias mempelajari hal-hal teknis seperti pengawasan verifikasi data parpol berkelanjutan, pembuatan berita terkait kepemiluan di nontahapan, Bawaslu Go to School, sosialisasi via media sosial, dan sebagainya. Ini adalah ilmu yang jarang didapatkan di bangku kuliah. Harapannya, mereka bisa menjadi agen pengawas partisipatif di lingkungannya masing-masing setelah lulus nanti,” ungkapnya saat acara pelepasan.
Sementara itu, Ali Mursidi, menekankan pentingnya pemahaman administrasi kelembagaan sebagai bekal awal bagi mahasiswa yang kelak akan berkecimpung di dunia kerja.
“Administrasi adalah tulang punggung kelembagaan. Teman-teman mahasiswa sudah melihat langsung bagaimana tata kelola kesekretariatan, penyusunan laporan, hingga koordinasi teknis dilakukan. Ini pengalaman berharga yang tidak semua mahasiswa dapatkan,” ujarnya.
Penarikan ini melengkapi komitmen Bawaslu Sukoharjo dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa, khususnya dalam bidang kehumasan dan pengawasan partisipatif. Kolaborasi antara Bawaslu dan institusi pendidikan tinggi diharapkan terus terjalin untuk memperkuat literasi demokrasi dan pemilu di kalangan mahasiswa.
Penulis: Risky Arifimanto
Editor: Ramdhan Hardiyanto