Perkuat Sinergi untuk Pemilih Muda yang Berkualitas, Bawaslu Sukoharjo dan Kwarcab Sukoharjo Perbaharui MoU
|
SUKOHARJO – Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi mewarnai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Kabupaten Sukoharjo dan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sukoharjo, Selasa pagi (2/12/2025) di Ruang Rapat Wakil Bupati Sukoharjo. Acara ini menjadi penanda resmi pembaruan kerja sama strategis dalam pengembangan Saka Adhyasta Pemilu sebagai ruang edukasi politik dan pengawasan partisipatif bagi generasi muda di Kabupaten Sukoharjo.
Acara dibuka langsung oleh Suripman, Wakil Ketua Bidang Bina Satuan Kwarcab Sukoharjo, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif bersama ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun karakter dan kesadaran politik sejak dini melalui pendekatan kepanduan. “Gerakan Pramuka memiliki jaringan, semangat, dan kedekatan langsung dengan generasi muda. Ini menjadi kekuatan dalam membantu Bawaslu menyampaikan pesan-pesan pengawasan partisipatif secara lebih luas. Melalui kerja sama ini, kami ingin Pramuka menjadi mitra aktif dalam menjaga integritas pemilu dari tingkat paling dasar,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, Rochmad Basuki, menekankan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan pengawasan pemilu melalui pendekatan edukatif. Ia menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka merupakan organisasi yang telah teruji oleh waktu, dengan sejarah panjang tanpa perpecahan dan tetap solid hingga kini. Konsistensi ini menjadikan Pramuka mitra strategis yang andal bagi Bawaslu dalam menyebarluaskan nilai-nilai pengawasan partisipatif secara menyeluruh dan berkelanjutan kepada generasi muda.
Setelah pembukaan, draf MoU dibacakan secara terbuka dan mendapatkan tanggapan dari Wardiyanto, perwakilan Bidang Organisasi dan Hukum KwarcabSukoharjo. Ia menyoroti pentingnya kejelasan peran dan keberlanjutan program dalam kerja sama ini. Diskusi pun mengalir dinamis, termasuk tanggapan dari Ketua Bawaslu Sukoharjo, Rochmad Basuki, yang menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya simbolis, tetapi akan ditindaklanjuti dengan program-program konkret. “Kami ingin Pramuka menjadi mitra strategis dalam menyampaikan pesan-pesan pengawasan partisipatif terutama kepada generasi muda,” tegasnya.
Puncak acara ditandai dengan sambutan dari Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, yang juga menjabat sebagai Ketua Kwarcab Sukoharjo. Ia menyambut baik pembaruan kerja sama ini dan menekankan urgensi pendidikan politik menjelang Pemilu Serentak 2029. “Pemimpin adalah cerminan dari pemilihnya. Maka membentuk pemilih yang cerdas dan berintegritas harus dimulai sejak dini. Saya harap MoU ini adalah langkah nyata ke arah itu,” ungkapnya.
Menanggapi sambutan Wakil Bupati Sukoharjo, Rochmad Basuki menggarisbawahi pentingnya membentuk pemilih yang berkualitas sejak dini, sejalan dengan semangat pendidikan politik yang diusung Bawaslu Sukoharjo. Ia menegaskan bahwa pengawasan pemilu bukan semata-mata menjadi tugas Bawaslu, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. “Semakin banyak pihak yang terlibat, termasuk Pramuka, semakin kuat fondasi demokrasi kita,” tegasnya.
Dengan penandatanganan MoU ini, Bawaslu Sukoharjo dan Kwarcab Sukoharjo resmi melangkah bersama dalam membangun ekosistem pendidikan politik yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Saka Adhyasta Pemilu bukan sekadar bentuk kerja sama, tetapi gerakan kolaborasi untuk menyiapkan generasi pemilih masa depan yang lebih baik.
Penulis: Ramdhan Hardiyanto
Editor: Prasto Efrizal N.