Perkuat Literasi Hukum Demokrasi, Bawaslu Sukoharjo dan FH ITB AAS Indonesia Sepakati Kolaborasi Strategis "Bawaslu Mengajar"
|
SUKOHARJO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo terus melakukan terobosan dalam memperkuat fondasi pengawasan demokrasi di wilayah Kabupaten Sukoharjo.
Meski saat ini memasuki periode non-tahapan pemilu pada awal tahun 2026, Bawaslu Sukoharjo tetap konsisten menjalankan fungsi edukasi dengan menggandeng institusi akademis sebagai mitra strategis.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui kunjungan koordinasi dan audiensi jajaran pimpinan Bawaslu Sukoharjo ke Kampus Fakultas Hukum (FH) ITB AAS Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi ajang sinkronisasi program antara otoritas pengawas pemilu dengan dunia perguruan tinggi untuk mencetak kader-kader pengawas partisipatif yang memiliki basis keilmuan hukum yang kuat.
Sinergi Antardivisi untuk Penguatan Kelembagaan
Delegasi Bawaslu Sukoharjo diwakili oleh dua Pimpinan, yakni Supriyanto (Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi) serta Eko Budiyanto (Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa). Kehadiran kedua koordinator divisi ini menunjukkan bahwa kerja sama yang akan dibangun mencakup spektrum yang luas, mulai dari aspek pencegahan, penegakan hukum, hingga pengelolaan data informasi hukum.
Supriyanto menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pengawasan partisipatif adalah kunci untuk meminimalisir praktik pelanggaran di masa depan. "Mahasiswa hukum memiliki nalar kritis yang dibutuhkan dalam mengawal integritas pemilu. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa instrumen data informasi pelanggaran kami dapat diakses dan dipelajari sebagai bahan riset akademis, sekaligus menjadi sarana pencegahan sejak dini," tuturnya.
Dukungan Penuh dari Dekan Fakultas Hukum
Kunjungan ini disambut baik oleh Muh Isra Bil Ali, S.H., M.H., selaku Dekan Fakultas Hukum ITB AAS Indonesia. Dalam keterangannya, beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif Bawaslu Sukoharjo yang bersedia "turun gunung" ke dunia kampus.
"Kami sangat menyambut baik dan siap mendukung penuh langkah Bawaslu Sukoharjo. Bagi kami, kolaborasi ini adalah perwujudan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat dan pendidikan," ujar Muh Isra Bil Ali.
Beliau menambahkan bahwa mahasiswa hukum membutuhkan paparan langsung dari para praktisi untuk melengkapi teori yang didapat di ruang kelas. "Teori hukum pemilu sangat dinamis. Kehadiran para komisioner dalam program 'Bawaslu Mengajar' nantinya akan memberikan wawasan baru bagi mahasiswa kami mengenai bagaimana hukum bekerja di lapangan, terutama dalam menangani sengketa dan pelanggaran pemilu yang kompleks," tambahnya.
Persiapan Program "Bawaslu Mengajar" Maret 2026
Fokus utama dari pertemuan ini adalah persiapan peluncuran program unggulan "Bawaslu Mengajar". Program ini dirancang sebagai platform edukasi di mana jajaran Bawaslu akan memberikan materi secara rutin kepada mahasiswa mengenai hukum acara pemilu, mekanisme ajudikasi sengketa, hingga teknik investigasi pelanggaran administrasi.
Eko Budiyanto menekankan bahwa program ini direncanakan akan memulai kick-off pada Maret 2026. "Maret menjadi momentum yang tepat. Kami sedang menyusun silabus praktis agar mahasiswa tidak hanya sekadar menonton, tapi bisa melakukan simulasi sidang penyelesaian sengketa antar peserta (PSAP). Kami ingin FH ITB AAS Indonesia menjadi motor penggerak pengawasan partisipatif di Sukoharjo," jelas Eko.
Membangun Ekosistem Pengawasan Partisipatif
Selain program mengajar, kerja sama ini juga mencakup sosialisasi pengawasan partisipatif yang lebih luas. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen Bawaslu di lingkungan masing-masing untuk melaporkan potensi pelanggaran dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemilu yang bersih dan adil.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepakatan untuk segera menyusun nota kesepahaman formal (MoU). Dengan adanya sinergi antara Bawaslu Sukoharjo dan FH ITB AAS Indonesia, diharapkan kualitas demokrasi di Kabupaten Sukoharjo dapat terus meningkat melalui keterlibatan aktif kaum intelektual muda.
Dipublikasikan oleh: Humas Bawaslu Sukoharjo