Pendaftaran Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu 2026 Cetak Rekor Tertinggi
|
SUKOHARJO – Pendaftaran Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu Antarperguruan Tinggi ke-VI Tahun 2026 resmi ditutup pada 24 Juli 2026 dengan mencatatkan rekor baru sepanjang sejarah penyelenggaraan. Sejak dibuka pada 15 Juli 2026, tercatat sebanyak 409 regu dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia mendaftarkan diri.
Capaian ini melampaui rekor penyelenggaraan tahun 2025 yang diikuti oleh 311 regu, sekaligus menunjukkan lonjakan antusiasme mahasiswa terhadap isu kepemiluan, demokrasi, dan penegakan hukum pemilu.
Lonjakan partisipasi secara nasional ini tidak lepas dari upaya jemput bola yang dilakukan oleh jajaran pengawas pemilu di daerah. Bawaslu Kabupaten Sukoharjo mengambil peran tersebut dengan turun langsung melakukan sosialisasi dan kunjungan intensif ke berbagai universitas di wilayah Kabupaten Sukoharjo.
Bawaslu Kabupaten Sukoharjo secara aktif mengunjungi UIN Raden Mas Said, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Sugeng Hartono, dan ITB AAS Indonesia untuk mendorong mahasiswa agar ikut berpartisipasi, sehingga turut mendongkrak antusiasme pendaftar lokal maupun nasional.
Tren positif ini terus berlanjut sejak pertama kali kompetisi debat digelar pada 2019 dengan 35 regu, sempat naik turun, hingga kini mencapai puncak tertingginya sebanyak 409 regu pada 2026. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepedulian mahasiswa terhadap isu demokrasi dan penegakan hukum pemilu yang berintegritas.
Setelah pendaftaran ditutup, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tahap eliminasi pada 28 hingga 31 Juli 2026 dan pengumuman hasil seleksi pada 1 Agustus 2026. Kompetisi tingkat regional kemudian akan diselenggarakan di tiga zona yaitu wilayah Timur pada 18–21 Agustus, wilayah Tengah pada 20–22 Agustus, dan wilayah Barat pada 22–25 Agustus 2026.
Peserta yang lolos akan diumumkan pada 26 Agustus 2026 untuk melaju ke babak puncak Kompetisi Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 25 September 2026.
Ajang ini diharapkan tidak sekadar menjadi wadah adu argumentasi, tetapi juga ruang pembelajaran strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, serta melahirkan gagasan konstruktif dalam mengawal pemilu yang bersih dan berintegritas.
Penulis: Ramdhan Hardiyanto
Penyunting: Prasto Efrizal N.