Menuju Pemilu Inklusif, Bawaslu Sukoharjo Gelar Rapat Penguatan Kepemiluan bagi Disabilitas dan Kelompok Rentan
|
SUKOHARJO – Dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat serta memastikan hak-hak politik bagi seluruh lapisan warga negara terpenuhi pada pelaksanaan tahapan Pemilu dan Pemilihan mendatang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo berkomitmen untuk terus mendorong pengawasan partisipatif yang inklusif.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui agenda Rapat Penguatan Kepemiluan bagi Disabilitas dan Kelompok Rentan yang diselenggarakan pada Rabu (10/6) siang. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai ini bertempat di Ruang Sidang Kantor Bawaslu Kabupaten Sukoharjo.
Rapat dibuka secara resmi oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, Asis Sulistyanto. Dalam sambutan pembukaannya, Asis menekankan pentingnya sinergi antara pengawas pemilu dan kelompok penyandang disabilitas.
"Kami berharap seluruh peserta dapat menyimak dengan baik materi yang disampaikan hari ini. Masukan dan pemahaman dari rekan-rekan disabilitas penting bagi kita untuk menyusun strategi pengawasan yang benar-benar ramah dan adil bagi semua," ujar Asis.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Kepala Subbagian Pengawasan Pemilu dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Sukoharjo, Adhi Rangga Sofyan Ananta, yang mengulas mengenai potensi permasalahan serta tantangan yang masih muncul dalam upaya mewujudkan Pemilu inklusif.
Selain dari internal Bawaslu, kegiatan ini turut menghadirkan perwakilan dari organisasi Sehati Sukoharjo, Eko Istiarto, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Eko menyoroti beberapa catatan kritis dan evaluasi berbasis pengalaman lapangan dari pemilu sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa pemenuhan hak pilih bagi penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai kendala teknis maupun sosial.
Mulai dari keterbatasan aksesibilitas yang terkait dengan masih minimnya fasilitas yang ramah disabilitas di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Alat bantu yang tidak optimal, karena masih ditemukan kasus di mana alat bantu coblos, seperti template braille, tidak digunakan atau tidak tersedia dengan baik selama penyelenggaraan pemungutan suara. Terdapat juga persoalan terkait masih ditemukannya tindakan intimidasi, indikasi intimidasi atau arahan paksa ini dikatakan Eko sempat dialami oleh teman pemilih disabilitas.
Menjelang akhir acara, rapat berlanjut dengan sesi diskusi yang berlangsung lebih cair dan interaktif. Anggota Bawaslu Kabupaten Sukoharjo beserta staf yang hadir sebagai peserta saling bergantian bertanya dan bertukar pikiran dengan perwakilan Sehati Sukoharjo.
Fokus diskusi mendalami berbagai tantangan dan hambatan yang dialami oleh penyandang disabilitas pada Pemilu dan Pemilihan tahun 2024 lalu. Melalui forum ini, Bawaslu Sukoharjo menampung seluruh rekomendasi dari Sehati Sukoharjo guna menyusun strategi pengawasan Pemilu yang lebih ramah, aman, dan tanpa diskriminasi di Kabupaten Sukoharjo.
Penulis: Ramdhan Hardiyanto
Editor: Prasto Efrizal N.