Lompat ke isi utama

Berita

Menuju Pemilu Bermartabat, Bawaslu Sukoharjo Edukasi Generasi Muda Lewat P2P Daring

Menuju Pemilu Bermartabat, Bawaslu Sukoharjo Edukasi Generasi Muda Lewat P2P Daring

SUKOHARJO – Dalam rangka memperkuat pengawasan partisipatif menuju Pemilu yang bermartabat, Bawaslu Kabupaten Sukoharjo mendukung penuh pelaksanaan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring Tahun 2025 dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”. Kegiatan ini digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 5 November 2025 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Sebagai bentuk dukungan dalam mensukseskan pelaksanaan kegiatan ini, Eko Budiyanto, Anggota Bawaslu Kabupaten Sukoharjo sekaligus Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, hadir langsung sebagai narasumber dalam dua sesi penting yang menjadi fondasi dalam pelaksanaan tugas Bawaslu. Pada sesi pertama, Eko memaparkan materi bertajuk Teknis Pencegahan Pelanggaran dan Sengketa Proses Pemilu, yang menekankan pentingnya deteksi dini dan langkah pencegahan potensi pelanggaran.

Sesi kedua dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Teknis Permohonan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, dalam sesi ini, Eko menjelaskan bahwa sengketa proses pemilu mencakup perselisihan terkait pelaksanaan tahapan, seperti penetapan pasangan calon, verifikasi administrasi, atau pelanggaran prosedural lainnya. Sengketa ini dapat diajukan ke Bawaslu oleh peserta pemilu yang merasa dirugikan dalam proses tersebut.

Dalam penjelasannya, Eko juga menyoroti tantangan yang dihadapi Bawaslu dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penyelesaian sengketa, terutama keterbatasan jumlah personil di tingkat kabupaten/kota. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat secara aktif melalui pengawasan partisipatif.

“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Dengan keterbatasan personil, kami sangat membutuhkan partisipasi masyarakat untuk ikut mengawasi setiap tahapan pemilu secara kritis dan berani dalam menyampaikan laporan pelanggaran,” jelas Eko.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 70 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga anggota organisasi mahasiswa eksternal yang tertarik memperdalam pemahaman tentang pengawasan pemilu. Diskusi berlangsung aktif dan interaktif, dipandu oleh Sri Mulyono, staf Bawaslu Kabupaten Sukoharjo yang bertindak sebagai moderator.

Beberapa peserta mengajukan pertanyaan terkait praktik pencegahan pelanggaran di lapangan dan tantangan dalam penyelesaian sengketa proses pemilu. Eko Budiyanto menjawab dengan lugas dan memberikan contoh kasus yang relevan, sehingga memperkaya pemahaman peserta.

Kegiatan P2P Daring ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Bawaslu dalam membangun ekosistem pengawasan partisipatif yang inklusif dan berdaya. Dengan semangat kolaboratif, Bawaslu berharap masyarakat, khususnya generasi muda semakin memahami peran strategisnya dalam menjaga integritas pemilu.

Penulis dan Foto: Ramdhan H.

Editor: Prasto E. N.