Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Sukoharjo Hadir di Pilketos SMKN 2 Sukoharjo, Tanamkan Demokrasi Luber Jurdil Sejak Dini

Bawaslu Sukoharjo Hadir di Pilketos SMKN 2 Sukoharjo, Tanamkan Demokrasi Luber Jurdil Sejak Dini

SUKOHARJO — Nilai-nilai demokrasi tidak hanya dipelajari melalui buku dan ruang kelas, tetapi juga dapat dipraktikkan secara langsung dalam kehidupan sekolah. Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (Pilketos) SMK Negeri 2 Sukoharjo, Selasa (13/10), yang turut melibatkan Bawaslu Kabupaten Sukoharjo.

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Sukoharjo hadir memenuhi undangan untuk memberikan pendampingan sekaligus edukasi kepada para siswa mengenai pengawasan pemilu dan praktik demokrasi yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber jurdil) serta berintegritas.

Pilketos SMK Negeri 2 Sukoharjo diikuti oleh seluruh guru dan sekitar 2.000 siswa sebagai pemilih. Dalam pemilihan tersebut, terdapat tiga calon Ketua OSIS yang akan dipilih oleh warga sekolah. Pelaksanaan pemilihan dirancang menyerupai proses demokrasi dalam pemilu, mulai dari keberadaan petugas pemungutan suara hingga keterlibatan Majelis Perwakilan Kelas.

Kepala SMK Negeri 2 Sukoharjo, Bety Rahayu, dalam sambutannya berharap pelaksanaan Pilketos dapat berlangsung dengan baik dan tertib. Ia juga menekankan pentingnya setiap siswa memiliki kesempatan untuk menyampaikan pilihan dan aspirasinya melalui proses pemilihan.

Bagi pihak sekolah, pelaksanaan Pilketos dengan melibatkan Bawaslu juga menjadi momentum tersendiri. Kegiatan ini merupakan pertama kalinya SMK Negeri 2 Sukoharjo mengundang Bawaslu dalam pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS. Kehadiran Bawaslu diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus pemahaman yang lebih nyata kepada siswa mengenai bagaimana proses demokrasi dilaksanakan secara tertib dan berintegritas.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, Rochmad Basuki, menyampaikan bahwa pemilihan Ketua OSIS merupakan bagian dari proses pembelajaran demokrasi bagi para siswa. Menurutnya, pemilihan harus dilaksanakan secara demokratis sehingga setiap siswa memiliki ruang untuk menentukan pilihan sesuai dengan hati nuraninya.

Ia juga berharap Ketua OSIS yang terpilih nantinya mampu menjadi representasi siswa dan menyampaikan aspirasi mereka kepada pihak sekolah.

“Pemilihan Ketua OSIS ini harus dilaksanakan secara demokratis. Harapannya, ketua yang terpilih nantinya dapat menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi para siswa kepada sekolah,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Untuk mendukung pelaksanaan Pilketos, SMK Negeri 2 Sukoharjo menyiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan melibatkan tujuh anggota KPPS yang dalam konteks pemilihan ini bertugas sebagai Komisi Pemilihan OSIS. Keberadaan petugas tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan tahapan pemungutan suara dapat berjalan secara tertib.

Bawaslu Sukoharjo Hadir di Pilketos SMKN 2 Sukoharjo, Tanamkan Demokrasi Luber Jurdil Sejak Dini 2

Selain KPPS, terdapat pula Majelis Perwakilan Kelas (MPK) yang memiliki peran sebagai badan legislatif sekaligus lembaga pengawas bagi OSIS. MPK turut membantu mempersiapkan dan mengawasi proses pemilihan calon pengurus OSIS dan MPK yang baru.

Pelaksanaan Pilketos tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan demokrasi dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Melalui pengalaman memilih secara langsung, siswa tidak hanya belajar menentukan calon pemimpin, tetapi juga memahami pentingnya partisipasi, kebebasan memilih, tanggung jawab, serta menghormati hasil pemilihan.

Bagi Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, keterlibatan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai pengawasan dan demokrasi kepada generasi muda. Edukasi demokrasi di sekolah diharapkan dapat membentuk pemilih yang memahami hak dan kewajibannya serta memiliki kesadaran untuk menjaga proses demokrasi agar tetap jujur, adil, transparan, dan berintegritas.

Dengan demikian, Pilketos bukan sekadar agenda rutin untuk memilih Ketua OSIS, melainkan juga menjadi ruang belajar demokrasi bagi ribuan siswa SMK Negeri 2 Sukoharjo. Dari satu surat suara dan satu pilihan, para siswa belajar bahwa demokrasi tumbuh dari keberanian untuk menentukan pilihan sekaligus kesediaan untuk menghormati pilihan orang lain.

Penulis: Yudhi Atmaja

Penyunting: Ramdhan Hardiyanto