Bawaslu Sukoharjo Ajak Warga Ikut Awasi Pemilu Lewat Siaran Radio AAS FM
|
SUKOHARJO — Bawaslu Kabupaten Sukoharjo pada Selasa, 18 November 2025 pukul 13.00 WIB melaksanakan siaran khusus di Radio AAS FM milik ITB AAS Surakarta. Kegiatan ini menghadirkan Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas, Asis Sulistyanto, sebagai narasumber utama yang memaparkan pentingnya pengawasan partisipatif dalam proses pemilu dan pemilihan.
Siaran ini dapat terlaksana sebagai bentuk kelanjutan kerja sama antara Bawaslu Kabupaten Sukoharjo dan ITB AAS Surakarta, yang sebelumnya telah membangun kolaborasi dalam bidang pendidikan kepemiluan, pemberdayaan pemilih pemula, dan penyebaran informasi kepemiluan secara luas melalui kanal pendidikan kampus. Melalui kerja sama ini, kedua institusi berkomitmen meningkatkan pemahaman publik, khususnya kalangan mahasiswa, mengenai pentingnya menjaga integritas pemilu.
Dalam siaran tersebut, Asis Sulistyanto menegaskan bahwa pengawasan partisipatif adalah pilar penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia menjelaskan bahwa Bawaslu tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Oleh karena itu, pelibatan aktif warga, terutama generasi muda, menjadi bagian strategis agar setiap tahapan pemilu dapat berlangsung jujur, adil, dan transparan.
“Asas utama pengawasan partisipatif adalah keterlibatan aktif masyarakat. Bukan hanya menjadi penonton, tetapi ikut melapor, memberikan informasi, dan memastikan proses pemilu berjalan sesuai aturan,” ujar Asis.
Ia juga memaparkan langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat, seperti melaporkan dugaan politik uang, kampanye di tempat terlarang, informasi hoaks, hingga indikasi ketidaknetralan ASN. Selain itu, masyarakat diimbau memanfaatkan kanal resmi pelaporan Bawaslu, termasuk media sosial dan layanan pengaduan yang telah disediakan.
Siaran melalui Radio AAS FM dipilih karena media tersebut memiliki jangkauan kuat di lingkungan pelajar, mahasiswa, serta komunitas kampus. Harapannya, edukasi kepemiluan dapat masuk ke ruang-ruang diskusi mahasiswa dan menjadi dorongan terbentuknya pemilih kritis serta aktif mengawasi proses pemilu.
Dalam sesi dialog, Asis mengajak pendengar untuk tidak ragu melapor ketika melihat dugaan pelanggaran, meski belum memahami teknis aturan secara mendalam. Bawaslu, lanjutnya, selalu terbuka memberikan penjelasan dan pendampingan.
Sebagai penutup, Asis mengajak pendengar untuk menjaga demokrasi bersama. “Mari kita bangun pemilu yang bersih, jujur, dan adil. Pengawasan bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi hak seluruh warga negara.”
Melalui kerja sama yang berkesinambungan dengan ITB AAS Surakarta, Bawaslu Sukoharjo berharap edukasi kepemiluan dapat semakin luas menjangkau masyarakat dan meningkatkan partisipasi publik dalam mengawasi pemilu di daerah.
Penulis dan Foto: Yudhi Atmaja
Editor: Ramdhan Hardiyanto