Lanjutkan Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Sukoharjo Perkuat Pengawasan Partisipatif Bersama Paguyuban Wali Murid Kelas IX SMP IT Al-Anis
|
SUKOHARJO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo terus memperluas jangkauan pendidikan politik dan pengawasan partisipatif hingga ke sektor pendidikan. Hal ini terwujud dalam kegiatan silaturahmi dan buka bersama pada Sabtu malam (7/3) yang digelar oleh Paguyuban Wali Murid Kelas IX SMP IT Al-Anis di Kartasura, Sukoharjo.
Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh Aris Helmi Mubarok selaku Kepala Sekolah SMP IT Al-Anis, jajaran Komite Sekolah, para wali murid, serta seluruh siswa kelas IX. Kehadiran Bawaslu dalam agenda ini bukan sekadar tamu undangan, melainkan sebagai mitra strategis dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini.
Ketua Paguyuban Wali Murid SMP IT Al-Anis, Bachrudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi ganda. Selain memperkuat ikatan kekeluargaan antar-orang tua siswa melalui silaturahmi keagamaan, acara ini juga dimanfaatkan sebagai sarana konsolidasi demokrasi.
"Kami ingin momen kebersamaan kelas 9 ini tidak hanya sekadar buka bersama, tapi juga menjadi wadah silaturahmi serta konsolidasi demokrasi bagi para wali murid dan siswa," ujar Bachrudin dalam sambutannya.
Kordiv. Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, Eko Budiyanto, memberikan motivasi khusus kepada para siswa. Ia menekankan bahwa lulusan SMP IT Al-Anis memiliki potensi besar untuk menjadi motor pemimpin penggerak daerah di masa depan.
"Lulusan SMP IT Al-Anis harus berani bermimpi menjadi pemimpin. Suatu saat nanti, kalianlah yang akan menjadi pejabat atau pemimpin di Kabupaten Sukoharjo, termasuk juga bisa menjadi bagian dari Bawaslu," tegas Eko di hadapan para siswa.
Eko Budiyanto juga memaparkan dinamika pekerjaan Bawaslu saat ini. Meski sedang berada di masa non-tahapan pemilu, Bawaslu tetap aktif bergerak melalui pendidikan partisipatif.
"Tugas kami adalah memastikan masyarakat paham akan hak dan kewajibannya, sehingga pelanggaran bisa diminimalisir. Kegiatan seperti ini adalah bukti bahwa pengawasan partisipatif bisa dimulai dari lingkungan terdekat kita," pungkas Eko.
Menurutnya, memberikan pengertian kepada masyarakat sejak dini seperti dalam kegiatan ini adalah langkah preventif paling efektif agar tidak terjadi pelanggaran pemilu di masa mendatang. Ia mengapresiasi forum-forum warga seperti paguyuban wali murid yang mau membuka diri terhadap edukasi pengawasan pemilu.
Penulis dan Foto: Chrisstar D. Sukoco
Editor: Ramdhan Hardiyanto