Dari Kelas ke Demokrasi, Bawaslu Sukoharjo Sukses Pikat Mahasiswa Lintas Jurusan dalam Bawaslu Mengajar
|
SUKOHARJO – Bawaslu Kabupaten Sukoharjo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi kepemiluan di kalangan generasi muda melalui kegiatan “Bawaslu Mengajar” yang dilaksanakan pada Senin, 6 April 2026, bekerja sama dengan ITB AAS Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya edukasi dalam mengisi mata kuliah Hukum Tata Negara (HTN) di Fakultas Hukum.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 14 mahasiswa lintas disiplin ilmu, terdiri dari 12 mahasiswa Fakultas Hukum, 1 mahasiswa dari Program Studi Informatika, serta 1 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi. Kehadiran mahasiswa dari luar bidang hukum menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan ini, sekaligus menunjukkan bahwa isu kepemiluan memiliki daya tarik yang luas dan relevan bagi berbagai bidang keilmuan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, Rochmad Basuki, hadir langsung sebagai pemateri utama. Dalam penyampaiannya, ia mengulas secara komprehensif mengenai dasar-dasar pemilu, sejarah pelaksanaan pemilu pertama di Indonesia, konsep demokrasi, peran dan fungsi partai politik, hingga proses penyelenggaraan pemilu di Indonesia secara menyeluruh.
Menurut Rochmad, pemahaman tentang pemilu tidak hanya penting bagi mahasiswa hukum, tetapi juga bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa lintas jurusan. “Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat. Maka, pemahaman yang baik tentang proses dan prinsipnya menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi,” ujarnya.
Materi yang disampaikan terbukti mampu menarik perhatian peserta. Hal ini terlihat dari tingginya antusiasme mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Sesi tanya jawab berjalan dinamis, dengan berbagai pertanyaan kritis yang diajukan, mulai dari mekanisme pengawasan pemilu, potensi pelanggaran, hingga tantangan demokrasi di era digital.
Mahasiswa dari luar Fakultas Hukum pun turut aktif berpartisipasi. Salah satu mahasiswa Program Studi Informatika mengungkapkan ketertarikannya pada aspek teknologi dalam pemilu, khususnya terkait potensi digitalisasi dan keamanan sistem pemilu. Sementara itu, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi menyoroti keterkaitan antara stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi.
Kegiatan Bawaslu Mengajar ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai ruang edukasi yang interaktif dan aplikatif, sekaligus menjadi jembatan antara lembaga penyelenggara pemilu dengan dunia akademik. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Sukoharjo berharap dapat menumbuhkan kesadaran kritis serta partisipasi aktif mahasiswa dalam mengawal demokrasi yang jujur dan adil di Indonesia.
Dengan suasana yang penuh semangat dan diskusi yang hidup, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan kepemiluan dapat dikemas secara menarik dan relevan, serta mampu menjangkau kalangan mahasiswa lintas disiplin ilmu.
Penulis dan Foto: Yudhi Atmaja
Editor: Ramdhan Hardiyanto